Implementasi Sumpah Pemuda di Era Millenial

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Lintas Kalangan menyelenggarakan acara diskusi untuk merayakan peringatan sumpah pemuda ke-91 yang bertema “Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesia”.

Bertempat di kampus satu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Melqy Marhaen, S.Sos selaku Pimpinan Redaksi Binanalar dan Riski Ari Wibowo selaku Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Puluhan mahasiswa yang menghadiri acara tersebut tampak antusias mengikuti jalannya diskusi.

Diskusi yang berlangsung pada hari selasa tanggal 29 Oktober 2019, sejak pukul 16.00 sampai 17,45 mendapati berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang hadir.

Salah satunya ialah Wakil Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Riski Ari Wibowo yang menanggapi  pertanyaan peserta mengenai peran pemuda di era millennial. Menurutnya, pemuda di era millenial harus bergerak bersama untuk membuat inovasi baru, membuat produk yang bisa menghasilkan daya beli agar bisa bersaing dengan pemuda di Negara lain.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Binanalar, Melqy Marhaen juga memberikan tanggapan atas diselenggaraknnya diskusi sumpah pemuda yang menjadi ajang nostalgia bagi pemuda.

“Kolektivitas para pemuda kita cukup baik cuma mungkin kita ini belum menemukan titik temu. Kita ini memperjuangkan yang mana” ucap Melqy.

Lebih lanjut Melqy mengatakan bahwa salah satu alasan kenapa pemuda Indonesia hari ini jalan ditempat karena mental sebagai kaum penindas masih melekat. Misalnya, saat belanja di pasar tradisional kita berani menawar harga semurah mungkin. Namun, saat belanja di Supermarket tidak ada aktifitas tawar menawar dan bersepakat dengan harga yang diberikan meskipun barang tersebut mahal.

Langkah konkrit yang harus pemuda lakukan saat ini minimal kita harus mempunyai visi yang jelas menuju Indonesia emas 2045 ini bukan hanya program politik melainkan program sosial antropologis kita, dan salah satu aktor yang bisa menempuh itu semua adalah pemuda” ucap Melqy.

Agar peringatan sumpah pemuda tidak sebatas seremonial belaka, Forum Lintas Kalangan (Forlik) berkomitmen untuk menyelenggarakan diskusi dan kajian strategis seputar kepemudaan agar bisa menjadi mitra kritis bagi para pemuda terutama di  lingkungan kampus UIN syarif Hidayatullah Jakarta untuk menungakan ide dan gagasan menuju Indonesia yang lebih maju. Ujar Thaberani selaku direktur Forlik UIN Jakarta.

Acara yang di Moderatori oleh Muhammad Irfan ditutup dengan sesi poto bersama narasumber dan peserta. Forum lintas kalangan rutin mengadakan kajian dan diskusi setiap minggu pada hari selasa pada jam 16.00 sampai selesai. . (SabihNU)

Recommended For You

About the Author: HMI Komfakdisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *